My photo
Um escritor, um poeta, um aventureiro,

Wednesday, 6 October 2010

Bapa…..Tanah air itu kami beli dengan darah (Sebuah expresi bebas)

Tanah air itu kami beli dengan darah dari anak-anak kami yang meninggal di bumi Loro sa’e. Jika anda berbicara tentang «harga diri», maka kami berbicara tentang darah dari orang-orang yang kami cintai yang meninggal karena membela bumi Lorosa’e.

Tanah air itu kami beli dengan sebuah harga yang teramat mahal untuk dibayar. Bukan hanya dengan sebuah kata «harga diri».

Darah manis kami yang mengalir dari urat-urat kami telah menyatu dengan tanah air itu. Terkadang kami korbankan «harga diri» kami demi sebuah masa depan yang cerah di Timor Leste.

Jika anda berbicara tentang «harga diri», maka kami akan tetap berbicara tentang kematian. Beribu-ribu orang meninggal karena tanah air itu. Beribu-ribu orang memberi segalanya termasuk «harga diri» mereka untuk membebaskan tanah air itu.

Apa artinya «harga diri» saat ini?
Tanah air itu kami beli dengan penderitaan, kematian, kematian dan kematian.

Darah manis yang ada didalam urat-urat kami adalah darah manis-darah manis dari mereka yang telah meninggal demi kemerdekaan Timor Leste.
Apa artinya «harga diri» bapa dibandingkan dengan beribu-ribu orang yang telah meninggal demi kemerdekaan Timor Leste?

Darah-darah itu mengalir dari gunung Ramelau, Kablaki dan Matebiam demi sebuah kemakmuran Timor Leste. Darah-darah itu mengalir sampai ke jantung ibu kota Dili, dan melihat para politisi bernyanyi-nyanyi dengan sebutan «harga diri».

Darah-darah itu akan menjadi manis jika dijawab dengan sebuah kemakmuran bagi rakyat Lorosa’e. Darah-darah itu akan menjadi pahit jika tidak menghormati mereka yang telah meninggal demi nama baik Timor Lorosa’e.

Apapun konsekuensi dari sebuah kejadian, maka kedamaian dan ketentraman bagi rakyat adalah lebih penting daripada sebuah expresi «harga diri».

Ini adalah sebuah expresi. Semua manusia memiliki kebebasan untuk mengekspresi isi hatinya. Sebuah puisi atau sebuah prosa saya sendiri tidak tahu.

Bapa…..Tanah air itu kami beli dengan darah bukan hanya dengan sebutan «harga diri».

Amin.

Celso Oliveira

No comments:

Post a comment